Pendanaan Proyek Sipil Infrastruktur

Ada 2 skema mengenai pendanaan Proyek Sipil-Infrastruktur yang bisa didanai oleh Investor kami yaitu:

1. Bagi hasil/Equity dimana Investor masuk sebagai pemegang saham pada perusahaan pemilik proyek, sehingga sistemnya adalah bagi hasil. Investor akan bertemu dengan Pemilik Proyek di Jakarta. Pengajuan minimal adalah sebesar Rp 1 Triliun.
2. Soft Loan atau Pinjaman Lunak dengan Interest Rate 4% pertahun dan ada Grace Period/masa bebas bayar sepanjang proyek masih belum selesai di bangun. Pemilik Proyek Harus Presentasi didepan team Investor di luar negeri,karena Jalur Soft Loan ini adalah dari Investor luar negeri.Nilai pengajuan minimal Sebesar Rp 50 Milyar hingga maksimal Rp 75 Triliun. Dengan masa pinjaman maksimal 10-15 tahun.

Kedua Jalur Investor ini mensyaratkan 2 kewajiban utama yang harus dipenuhi oleh client yaitu:
1. Client harus memiliki pengalaman dibidang yang akan diajukan. Bila Client tidak memiliki pengalaman dibidang proyek yang diajukan, maka disarankan Client untuk bekerjasama dengan perusahaan lain yang sudah berpengalaman, sehingga bisa mengajukan permohonan dana dengan dasar pengalaman dari perusahaan berpengalaman tersebut.
2. Client sudah menguasai Seluruh Lahan dan Perizinan.
Diatas lahan dan perizinan tersebut bisa didirikan Rumah Sakit, Kampus, Perumahan, Sekolah, Apartement, Condotel, Super Block, Tambang (Emas, Batu Bara, Mangan, Biji Besi), Infrastruktur non Pemerintah (contoh galangan kapal), Wisata Edukasi, Pariwisata, Proyek Agro (Kebun Kelapa Sawit,dll), Proyek Energi ( Power Plant, energy terbarukan), Pembangunan Industri yang Prospektif dan sedikit kompetitor

1. SOFT LOAN/PINJAMAN 4% PERTAHUN UNTUK PROYEK SIPIL-INFRASTRUKTUR
Pinjaman dimulai dari Rp 50 Milyar hingga Maximal Rp 75 Triliun dengan masa pinjam 10-15 tahun. Presentasi di luar negeri minimal 5 hari (Bahas Teknis, Legal & Interview o/ Investor). Persyaratan Pengajuan Proyek
1. Lahan tanah 100 % sudah dikuasai Pemilik Proyek dalam bentuk SHM/SHGB yang clean dan clear.
2. Perijinan sudah siap dan lengkap.
3. Pemilik proyek harus berbadan usaha berupa PT (Perseroan Terbatas) atau YAYASAN yang Bankable.
4. Company Profile.
5. Summary Project dilengkapi dengan Luas Lahan.
6. Rincian Anggaran Biaya yang lengkap dan detil.
7. Business Plan.
8. Design/Gambar.
9. Bukti Perijinan & Surat Surat tanah lengkap.
10. Scan berwarna Passport Pemilik Proyek.
11. Rekening Bank Internasional (Bank HSBC atau DBS).
12. Surat Keterangan Bank bahwa dana sesuai kebutuhan Proyek bisa diterima dengan baik di Indonesia.

Tahapan Proses :
1. Verifikasi data dan Analisa oleh kami (komite lokal).
2. Survey dari kami langsung ke lokasi Proyek. Pemilik Proyek cukup jemput dan antar team komite lokal yang melakukan survey, sehingga tidak ada biaya yang kami minta.
3. Kontrak Kerjasama dengan kami selaku Komite Lokal.
4. Letter Of Intent (surat Minat) dari Investor.
5. Surat Undangan untuk Pemilik Proyek presentasi dihadapan Team Investor (termasuk Komite dan Pengacara) di salah satu negara yg di tunjuk Investor (Turki,Qatar,Spanyol,Swedia,Inggris,Kenya dll). Biaya kunjungan keluar negeri tidak ditanggung oleh Investor dan Investor tidak minta biaya apapun untuk keperluan ini. Bisa menggunakan paket tour untuk efisiensi biaya bagi pemilik proyek.
6. Pemilik Proyek/team presentasi didepan Team Investor (termasuk Komite dan Pengacara).

7. Pengikatan Kontrak Hukum Internasional antara Pemilik Proyek dengan Team Investor. Biaya perjanjian legal bisa disediakan oleh Pihak Sponsor, bila pemilik proyek tak memiliki dana. Akan ada kontrak kerjasama tersendiri mengenai pengembalian biaya ini setelah pencairan dana dari Investor kepada Pihak Sponsor.

8. Pencairan dana 2 minggu setelah kontrak hukum ditandatangani diluar negeri dan Komite Luar Negeri melakukan Verifikasi/Survey dilokasi.

9. Pemilik Proyek memberikan Fee Mediasi dan mengembalikan dana Perjanjian Legal pada pihak Sponsor.

2. INVESTOR BAGI HASIL / EQUITY UNTUK PROYEK SIPIL-INFRASTRUKTUR
Minimal Proyek adalah Rp 1 Triliun rupiah. Transaksi di Jakarta. Investor menjadi Pemegang Saham mayoritas (tergantung dari besar Asset Awal dan kebutuhan dana dari Pemilik Proyek). Persyaratan Pengajuan Proyek
1. Executive Summary cukup 1-2 halaman. Singkat,jelas dan menarik.
2. Proposal lengkap dengan studi kelayakan, Rincian Anggaran Biaya dll
3. Company profile dimana berisi juga pengalaman proyek yang sudah ditangani sebelumnya.
4. Laporan keuangan 3 tahun terakhir ( disukai yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik )
5. Dokumen lainnya menyusul sesuai kebutuhan dari team analisa kami dan dari permintaan Investor.
6. Surat Penugasan pada Team Konsultan kami.
7. Surat komitmen Success fee pada kami.

Tahapan Proses:
1. Seluruh data lengkap diterima
2. Dianalisa oleh team konsultan kami
3. Bilamana ada yang kurang, akan diminta pada client.
4. Diajukan pada team analisa Investor.
5. Interview Investor dengan Owner Project di Jakarta untuk mengenal karakter Owner Project dan mendapat penjelasan paparan Project dari Owner Project.
6. Di review oleh consultan Investor diluar negeri akan ada sesi tanya jawab dengan Pemilik Proyek via zoom.

7. MOU atau kesepahaman Poin Poin antara Investor dengan Pemilik Proyek terkait dengan Besaran saham yang disepakati dan poin lainnya. MOU ini adalah bahan untuk finalisasi Perjanjian pada no 9.

8. Pemilik Proyek membuka rekening di bank yg ditunjuk oleh Investor.
9. Penandatanganan Perjanjian Investasi antara Investor dan Pemilik Proyek secara hukum.
10. Transfer dana oleh Investor pada Pemilik Proyek sesuai dengan Rekening Bank yang dibuka oleh Pemilik Proyek sesuai penunjukan dari Investor.
11. Pemilik Proyek melakukan Transfer untuk Success Fee pada pihak kami.

Berikut dibawah ini contoh proyek yang pengajuannya sudah di approve dan didanai oleh investor kami =

  1. Tambang emas di Papua
  2. Galangan kapal di Batam
  3. Wisata edukasi di Surabaya
  4. Smellter nikel di Sulawesi

Dari 4 proyek tersebut total senilai kurang lebih Rp 69 T  ( kurs USD Rp 14.500 )